Rabu, 20 Juni 2012

Obrolan superhero 3

Hari sudah malam dan tugas sudah selesai.
Captain america dan iron man pulang barengan karena
mereka searah.
Captain America: Hi ron, enak bener ya lu jadi
superhero
Iron Man: Enak dimananya?
Captain America: lu dihajar peluru rudal, ditembakin
meriam tank ga usa takut. Baju lu besi semua.
Mau pulang juga tinggal terbang pake kecepatan
supersonic
Lah Gw sekarang aja mesti lari larian gini gara2 lupa
bawa dompet. Mana kalo ujan makin sempit ajah lagi nih baju.
Terus kalo rudal datang mau ngumpet dimana coba?
dibelakang perisai segede tutup panci ginian?
Iron Man: eh cap, kalo lu mau BAB gimana?
Captain America: yah tinggal buka celana cari WC lah.
Iron Man: Nah luh bayangin sekarang, waktu gw
kecepatan supersonic diatas, penyakit mencret gw
kambuh...
Mau buka baju, yah pasti mampus gw jatuh.
Sekarang didalam sini belepotan kemana mana. Udah
kebayang??
Captain America: hoeek...hoeek.
pada suatu hari (sebut aja Teti) dia mau ngelamar kerja, sesampainya di tempat kerja dia disuruh langsung masuk ke ruang test penerimaan karyawan
Teti: " pagi pak..."
manajer: "pagi juga, langsung aja, saya test kamu dengan 1 pertanyaan"
Teti:" serius pak?? 1 pertanyaan aja??"
manajer:" iya, langsung saja saya tanya, kamu tadi didepan bersihin kaki kamu pake keset gak?"
Teti:" oh, tentunya pak, saya selalu keset pak,dimanapun apalagi di kantor ini, kantor ini kan bersih, jadi saya harus keset, tadi saya malah keset berkali-kali"
manajer:" anda TIDAK DITERIMA"
teti:" loh kenapa pak?" manajer:" karena anda bohong sama saya, kalo anda bohong sama saya, gimana saya bisa percaya pada kerja anda?"
teti:" kasih tau pak kesalahan saya"
Manajer;" anda berbohong tadi keset berkali-kali, padahal di kantor saya gak ada kesetnya".

Kalau Minum Obatnya Sekaligus Bisa Pindah Kamar

Seorang pasien bertanya pada dokternya…

Pasien : “Dok, bagaimana kesehatan saya…??”

Dokter : “Kamu akan segera pulih, dengan minum obat yang teratur, obatnya habis kan cepat sembuhnya.”

Pasien : “Gimana kalau saya minum obatnya sekaligus dok?”

Dokter : “Nggak masalah, paling kamu cuma akan pindah kamar.”

Pasien : “Berarti saya sembuh dok???”

Dokter : “Nggak, cuma akan pindah ke kamar mayat!”

Surat dari gadis berumur 15 tahun untuk sang AYAH!

Kisah ini terjadi di suatu pagi yang cerah, yaa.. mungkin
tidak begitu cerah untuk seorang ayah yang kebetulan
memeriksa kamar putrinya… Dia mendapati kamar itu sudah rapi, dengan selembar
amplop bertuliskan untuk ayah di atas kasurnya..
perlahan dia mulai membuka surat itu…
Isi Surat
Ayah tercinta,
Aku menulis surat ini dengan perasaan sedih dan
sangat menyesal.
Saat ayah membaca surat ini, aku telah pergi
meninggalkan rumah. Aku pergi bersama kekasihku, dia cowok yang baik,
setelah bertemu dia..
ayah juga pasti akan setuju meski
dengan tatto2 dan piercing yang melekat di tubuhnya,
juga dengan motor bututnya serta rambut
gondrongnya.
Dia sudah cukup dewasa meskipun belum begitu tua (aku pikir jaman sekarang 42 tahun tidaklah terlalu tua).
Dia sangat baik terhadapku, lebih lagi dia ayah dari
anak di kandunganku saat ini. Dia memintaku untuk
membiarkan anak ini lahir dan kita akan
membesarkannya bersama. Kami akan tinggal berpindah-pindah, dia punya bisnis
perdagangan extacy yang sangat luas, dia juga telah
meyakinkanku bahwa marijuana itu tidak
begitu buruk. Kami akan tinggal bersama sampai maut
memisahkan kami.
Para ahli pengobatan pasti akan menemukan obat untuk AIDS jadi dia
bisa segera sembuh. Aku tahu dia juga punya cewek
lain tapi aku percaya dia
akan setia padaku dengan cara yang berbeda.
Ayah.. jangan khawatirkan keadaanku. Aku sudah 15
tahun sekarang, aku bisa
menjaga diriku.
Salam sayang untuk kalian semua.
Oh
iya, berikan bonekaku
untuk adik, dia sangat menginginkannya
____________

Masih dengan perasaan terguncang dan tangan
gemetaran, sang ayah membaca lembar kedua surat
dari putri tercintanya itu…
Ayah… tidak ada satupun dari yang aku tulis di atas itu
benar, aku hanya
ingin menunjukkan ada ribuan hal yg lebih mengerikan
daripada nilai
raportku yg buruk.
Kalau ayah sudah menandatangani
raportku di atas meja, panggil aku ya…
Aku tidak kemana2 saat ini aku ada di
tetangga sebelah….. ..

Anak setan.... bikin ayahnya jantungan

----Puisi Ingkar Untuk Guru----


Dahulu

Riwayatmu menjadi sejarahku
Ucapmu menjadi hikmahku
Empatimu menjadi kasihku
Belaianmu menjadi jalanku

Masih dahulu

Tak kau pedulikan peluhmu
Demi kami yang gelap terlelap
Tak kau pedulikan hidupmu
Demi hidup kami yang tak genap

Lagi dahulu

Kau angkat kami di pundakmu
Kau timang kami dalam pangkuanmu
Nyawamu ada di mimpi kami
Tubuhmu ada di masa depan kami

Hanya dahulu

Ketika aku tertimbun salah
Berlumur kerak pekat dosa
Sabarmu tak pernah lelah
Hanya senyum dan memanjat doa
Agar kami penuh berkah
Sampai kami membuka mata

Hingga dahulu

Terpatri namamu di dadaku
Semua hendakmu adalah tujuanku
Semua baktimu kini nafasku
Guru kau malaikat pendampingku

Namun kini

Melupakanmu adalah inginku
Berpisah denganmu lama kutunggu
Ceritamu hanya ala kadarnya
Tak wajib kami mengingatnya

Kini

Keluhanmu menjadi menggebu
Tak pedulimu nampak menggerutu
Kami hanya alat di genggammu
Untuk harta dalam anganmu

Masih kini

Kau pendam kami dengan hinaan
Kau tanam dalam jurang penyesalan
Hingga kami tak tau arti harapan
Buta menatap masa depan

Lagi kini

Kau tampar hati kami terbelah
Tubuh kami hingga merebah
Nurani kami remuk sudah
Tersemai dendam melimpah

hingga kini

Namamu sudah terlalu basi
Kami adalah hasil caci maki
Jadilah kami hewan berdasi
Dan kami saling benci

Satu harapku

Jadilah api dalam dinginku
Jadilah embun dalam kemarauku
Jadikan kami buah hatimu
Jadikan kami malaikat kecilmu
Seorang anak telah menelan uang logam Rp.100,00 kemudian ia memberitahukannya kepada sang ibu, tapi sang ibu mengatakan kalau uang tsb, akan keluar pada saat buang air besar. Pada saat anak ini buang air besar, yang keluar bukan 100 tetapi 500. Sang ibu pun penasaran, ia berpikir bila uang ditelan maka akan keluar lebih banyak. Tanpa pikir panjang lagi, ia menelan Rp.10.000 dengan harapan bisa keluar yang lebih besar. Pada saat buang air besar, yang keluar bukan uang, tapi sebuah gulungan kertas kecil. Setelah dibuka, di sana tertulis, “ANDA BELUM BERUNTUNG”

Obrolan Di Dalam Angkot.

Supir : pak di liat - liat dari tadi ngeroko terus, emang tiap hari suka abis berapa bungkus?
Penumpang : cuma 2 bungkus per hari kok pir
Supir : terus bapak sudah ngeroko berapa tahun?
Penumpang:kurang lebih 10 tahun.
Supir : wahhh kalau dijumlah bisa nyampe 73jutaan tuh pak, bapak sudah bisa beli mobil jadi nggak usah naik angkot lagi.
Penumpang : kalau supir suka ngeroko nggak?
Supir : nggak pak saya nggak ngeroko.
Penumpang : kok masih supir angkot...