Rabu, 20 Juni 2012
----Puisi Ingkar Untuk Guru----
Dahulu
Riwayatmu menjadi sejarahku
Ucapmu menjadi hikmahku
Empatimu menjadi kasihku
Belaianmu menjadi jalanku
Masih dahulu
Tak kau pedulikan peluhmu
Demi kami yang gelap terlelap
Tak kau pedulikan hidupmu
Demi hidup kami yang tak genap
Lagi dahulu
Kau angkat kami di pundakmu
Kau timang kami dalam pangkuanmu
Nyawamu ada di mimpi kami
Tubuhmu ada di masa depan kami
Hanya dahulu
Ketika aku tertimbun salah
Berlumur kerak pekat dosa
Sabarmu tak pernah lelah
Hanya senyum dan memanjat doa
Agar kami penuh berkah
Sampai kami membuka mata
Hingga dahulu
Terpatri namamu di dadaku
Semua hendakmu adalah tujuanku
Semua baktimu kini nafasku
Guru kau malaikat pendampingku
Namun kini
Melupakanmu adalah inginku
Berpisah denganmu lama kutunggu
Ceritamu hanya ala kadarnya
Tak wajib kami mengingatnya
Kini
Keluhanmu menjadi menggebu
Tak pedulimu nampak menggerutu
Kami hanya alat di genggammu
Untuk harta dalam anganmu
Masih kini
Kau pendam kami dengan hinaan
Kau tanam dalam jurang penyesalan
Hingga kami tak tau arti harapan
Buta menatap masa depan
Lagi kini
Kau tampar hati kami terbelah
Tubuh kami hingga merebah
Nurani kami remuk sudah
Tersemai dendam melimpah
hingga kini
Namamu sudah terlalu basi
Kami adalah hasil caci maki
Jadilah kami hewan berdasi
Dan kami saling benci
Satu harapku
Jadilah api dalam dinginku
Jadilah embun dalam kemarauku
Jadikan kami buah hatimu
Jadikan kami malaikat kecilmu
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar